Filosofi Buah Manggis, Lambang Kejujuran

“Hidup ini bagai manggis Wanayasa, yang akan dipamerkan, biar hitam manis putih isinya. Buah jujur yang tak pernah berbohong, cupatnya 6, isinya pasti 6, tidak merubah kolosal kata, tata bahasa, seperti jual beli hasilnya untung atau rugi, ganti rugi tidak dirubah menjadi ganti untung, makanya hiduplah seperti buah manggis Wanayasa, datanglah besok lusa ke Wanayasa (Manggis Festival, 23 Maret 2019).”Purwakarta, Jatiluhuronline.com – Demikian untaian kata salah seorang pengamat politik sekaligus senior wartawan di Purwakarta, Agus Mulyana. Kamis, (21/three/2019)

Buah manggis merupakan salah satu buah khas tropis yang belum tentu tersedia di berbagai negara. Tidak semua orang mengenal buah ini, meski ada istilah “Mangosteen” dalam kamus bahasa Inggris untuk menerjemahkan buah ini.

Rasanya kecut-kecut manis, buah yang memiliki kulit ungu ini termasuk buah yang hanya berbuah di musim tertentu. Selintas, buah ini cukup menipu pandangan hingga kurang menarik di mata orang yang belum pernah melihatnya, dimana penampilannya yang terkesan suram namun memiliki isi yang begitu indah putih-suci.

Selain memiliki berbagai khasiat, buah ungu ini dinobatkan sebagai lambang kejujuran. Maksud dari lambang kejujuran adalah buah manggis selalu memberikan kebenaran, kesamaan antara apa yang ada dalam penampilan (perkataan) dengan isi (kenyataan).

Bila anda ingin membuktikannya, hitunglah bagian bawah dari manggis, maka jumlah ruas manggis yang ada akan menunjukkan jumlah isi buah manggis yang terkandung di dalamnya. Dan hasilnya pasti akan sama. Maka dari itu, manggis dianggap lambang kejujuran.

Manggis juga ‘diabadikan’ dalam sebuah permainan; ‘tebak-tebak buah manggis’. Permainan ini merupakan permainan yang pesertanya harus menebak berapakah isi buah manggis yang ada di tiap buah, karena isi antara satu manggis dengan manggis lain pasti berbeda. Apabila kita bermain permainan ini, maka bila aturan mainnya memperbolehkan mengintip ruas di bagian pantat (bawah) manggis untuk mengetahui jumlahnya, maka trik itu untuk selalu memenangkan permainan ini. Karena manggis selalu jujur.

Dalam hidup, perlunya kita mencontoh filosofi manggis yang mungkin terlihat sederhana, namun memiliki isi yang begitu indah, yang selalu sama, antara perkataan dan kenyataan. (get2iarea/jto/AM)

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER