Review Upin Ipin Musim 14 – Penjaga Baru Episode 2

 

Nenek Upin Ipin sedang berada di rumah. Ia sedang menjemur tudung saji, tetapi tudung saji tersebut malah tertiup angin. Sementara itu, Upin Ipin ingin pergi bermain. Kak Ros memperbolehkannya dan mereka pun pergi ke luar rumah. Di luar rumah, mereka melihat ada tudung saji milik nenek. Upin dan Ipin bertanya-tanya mengapa nenek membuangnya sehingga tudung saji tersebut sampai kotor. Mereka berpikir bahwa tudung saji tersebut sudah tidak lagi digunakan sehingga mereka bisa memainkannya. Upin dan Ipin kemudian pergi ke sungai dekat rumahnya. Mereka menggunakan tudung saji tersebut untuk bermain. Mail sangat takut karena khawatir kak Ros marah tudung saji tersebut dibuat main. Namun kata Upin dan Ipin, tudung saji tersebut sudah tidak dipakai lagi.

 

Setelah bermain di sungai, Upin dan Ipin dan teman-temannya pergi bermain kasti. Upin melempar bola dan Mail memukulnya dengan kasti. Ipin menangkap bola tersebut menggunakan tudung saji yang ia pikir sudah tidak digunakan lagi oleh nenek. Tim Ipin menang, tetapi tudung sajinya jadi berlubang. Sementara itu, nenek masih mencari-cari kemana hilangnya tudung saji tersebut. Kak Ros juga membantu nenek mencarinya. Tak lama kemudian, Upin dan Ipin datang dan kak Ros memarahi Ipin karena memakai tudung saji tersebut. Kak Ros memperlihatkan kepada nenek bahwa tudung saji milik nenek sudah berlubang. Akhirnya nenek pasrah dan meminta kak Ros untuk membuangnya saja.

 

Di Tadika Mesra, Upin dan Ipin sedang bermain bersama dengan teman-temannya. Mereka menggunakan kertas untuk membuat pesawat terbang. Jarjit menjadi jurinya dan ternyata, yang menang ialah pesawat milik Upin. Tiba-tiba Mail datang dan ditanya Jarjit mana katak yang ia dapatkan di sungai. Namun Mail bilang ia tidak bisa mendapatkannya. Upin dan Ipin kemudian menceritakan kepada teman-teman mengenai tudung saji yang ia gunakan dan sudah mulai rusak sehingga ingin dibuang. Namun, mail berkata bahwa mereka sebaiknya tidak membuang tudung saji tersebut karena masih bisa dipakai. Makanya, Mail meminta Upin dan Ipin memberikan tudung saji tersebut. Mereka bertanya apa yang akan dilakukan Mail dengan tudung saji milik nenek Upin dan Ipin. Mail menjawab, hal tersebut bersifat rahasia.

 

Di rumah Upin dan Ipin, kak Ros sibuk memukul lalat yang ingin hinggap di makanan mereka. Ia mengeluh betapa repotnya mempersiapkan makan tanpa ada tudung saji. Upin bilang, kak Ros bisa membeli tudung saji karena ada banyak di warung. Tetapi, kata kak Ros dan nenek tidak ada tudung saji mengkuang seperti milik nenek. Nenek juga hanya ingin membeli tudung saji mengkuang. Upin dan Ipin juga merasa risih karena kak Ros sibuk menangkap lalat. Mereka jadi tidak fokus makan. Upin dan Ipin bertanya kepada nenek mengapa ia harus menggunakan tudung saji mengkuang. Nenek menjawab, tudung saji mengkuang sudah biasa dipakai sejak dulu. 

 

Upin dan Ipin kemudian menjawab nenek bisa menggunakan tudung saji plastik. Nenek kemudian menjelaskan kepada mereka bahwa tudung saji mengkuang memiliki lebar yang besar sehingga bisa menjaga keadaan suhu dan makanan. Jadi, makanan bisa tahan lama dan tidak cepat basi. Makanya, nenek suka tudung saji yang dibuat dari daun nipah ataupun daun mengkuang, tetapi nenek tidak bisa menjelaskan alasan lebih lanjutnya. Tidak lama kemudian, ada Mail yang datang ke rumah  untuk meminta tudung saji nenek.